Belantika musik Indonesia patut berbangga karena telah muncul sekelompok musisi muda penuh talenta dari wilayah timur Nusantara yang kali ini berhasil mengalahkan dominasi kota-kota besar khususnya di Pulau Jawa sebagai penghasil juara festival.

Adalah Pucuk Cool Jam 2020 salah satu ajang seni dan kreativitas bagi generasi muda Indonesia yang memiliki minat dan bakat di bidang seni khususnya musik dan seni tari yang digelar sejak September 2019 lalu berhasil menobatkan BM Band, SMAN 4 Bantaeng, perwakilan wilayah Makassar, Sulawesi Selatan sebagai jawaranya.  Kemenangan mereka disaksikan oleh puluhan ribu penonton yang telah memadati area Pucuk Cool Jam 2020 ‘Make The Journey Louder’ dari siang hingga malam pada Sabtu (01/02) silam di Lapangan Parkir Mandala Krida, Yogyakarta.

Armand Maulana perwakilan juri kategori band, mengungkapkan kekagumannya kepada seluruh finalis Pucuk Cool Jam 2020 khususnya pemenang. “Saya merasa senang dan surprise meilhat penampilan para finalis ini yang mampu menyajikan sisi musikalitas yang kreatif serta penampilan panggung yang enerjik” jelasnya saat ditemui usai pengumuman pemenang.

Iga Massardi menambahkan, sebenarnya ia dan Armand Maulana cukup mengalami kesulitan untuk menentukan mana band yang terbaik karena para finalis mampu menpersembahkan penampilan terbaiknya. Akhirnya mereka sepakat menentukan BM Band sebagai pemenang Pucuk Cool Jam 2020 karena sukses menjawab tantangan yang diberikan oleh tim juri berupa aransemen lagu ‘Make The Journey Louder’ yang diciptakan oleh Iga Massardi sehingga mampu menunjukkan karakter dan keunikan bermusik mereka.

Usai dinobatkan sebagi juara Pucuk Cool Jam 2020, M. Ingwi Randanata sang gitaris BM Band menjelaskan bahwa keberhasilan grupnya  meraih kemenangan ini tentunya menjadikan pucuk momen yang tak terlupakan.

“Pucuk Cool Jam 2020 ini adalah tempat kami bisa mendapatkan pengalaman terbaik selama kami terjun ke dunia musik. Kemenangan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran yang tidak akan pernah terlupakan karena bisa bertemu dengan teman-teman dan berbagai daerah, mendapatkan pembekalan yang matang dari segi edukasi, entertainment, dan psikologis serta bertemu para juri yang hebat.  Semoga perjalanan ini terus memberikan inspirasi dan menciptakan karya yang lebih baik lagi.” imbuhnya.

Di bawah peringkat BM Band, yang menduduki juara kedua yakni Mahesa (SMAN 2 Bandung) band dan dari tuan rumah yakni Chopstik (SMKN 2 Kasihan) perwakilan wilayah Yogyakarta yang menduduki juara ketiga.

Tak hanya kategori band yang memukau, penampilan para finalis kategori ekstrakurikuler juga sukses menghibur para pengunjung yang hadir di acara puncak dari Pucuk Cool Jam 2020 ‘Make The Journey Louder’. Ufa Sofura dan Bisma Karisma sebagai juri di kategori tersebut akhirnya memilih  El Salvador (SMA Bopkri 1, Yogyakarta) pemenang kategori ekstrakurikuler yang sukses mencuri hati mereka dengan adanya “uniqness” yang ditampilkan saat beradu aksi di atas panggung.

Selain penampilan para finalis Pucuk Cool Jam 2020 tidak ketinggalan pula penampilan dari para pemenang Pucuk Cool Jam 2019 yaitu Langit Senja, pemenang pertama, Clairvoyant, pemenang kedua dan SixtySix Project, pemenang ketiga tampil berkolaborasi di panggung Pucuk Cool Jam 2020 ‘Make The Journey Louder’.

Sederetan musisi tanah air turut meramaikan dan memeriahkan gelarakan Pucuk Cool Jam 2020 ‘Make The Journey Louder’ di Lapangan Mandala Krida dari sore hingga malam. Penampilan FSTVLST dan Endank Soekamti yang luar biasa mengobati rindu para penggemar di Yogyakarta, lalu penampilan Maliq & D’Essentials, Sal Priadi, dan White Shoes & The Couples Company membawakan melodi dan harmoni lagu yang indah serta penutupan yang ciamik dari band asal Yogyakarta yakni Guyon Waton. (teks: fan/ foto: dok.ist)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here