Selama lebih dari dua dekade, D’MASIV telah menjadi salah satu soundtrack hidup banyak orang Indonesia. Lagu-lagu mereka tumbuh bersama patah hati, perjalanan pulang malam, kisah cinta yang kandas, hingga mimpi-mimpi yang diam-diam dipelihara sejak muda. Namun memasuki tahun ke-23 perjalanan mereka, D’MASIV tampaknya tidak ingin sekadar dikenang sebagai band yang pernah besar. Mereka ingin melangkah lebih jauh dari itu.
Langkah tersebut kini dimulai lewat On Our Own, single terbaru yang resmi dirilis pada 27 Mei 2026 melalui MSV Records. Lagu ini bukan hanya pembuka era baru, tetapi juga menjadi simbol transformasi besar D’MASIV sebagai band independen dengan visi global yang semakin nyata.
Di balik lagu ini, ada semangat baru yang terasa lebih luas dari sekadar urusan musik. Rian Ekky Pradipta (vokal), Dwikky Marsall (gitar), Nurul Ramadhan (gitar), Rai Dinata (bas), dan Wahyu Piaji (drum) terdengar seperti musisi yang kembali jatuh cinta pada proses berkarya. Tidak ada kesan bermain aman. Tidak ada formula lama yang dipoles ulang. Yang terdengar justru keberanian untuk membuka pintu baru—meski pintu itu mengarah ke wilayah yang belum pernah mereka jelajahi sebelumnya.
Secara musikal, On Our Own bergerak di jalur pop-rock emosional yang tetap akrab dengan identitas D’MASIV, namun kini dibalut nuansa produksi yang lebih modern dan cinematic. Dentuman drum terasa lebih tegas, lapisan gitar terdengar lebih atmosferik, sementara vokal Rian mengalir seperti narasi panjang tentang manusia yang sedang mencoba bertahan di tengah dunia yang semakin riuh.
Lagu ini tidak hadir sebagai anthem yang meledak-ledak. Ia justru tumbuh perlahan—seperti percakapan larut malam yang awalnya lirih, lalu diam-diam menghantam kepala ketika lagu selesai diputar.
“On Our Own adalah sebuah refleksi jujur tentang dunia yang terasa semakin bising dan penuh kepura-puraan. Lagu ini menggambarkan perjalanan manusia sejak lahir ke dunia dengan tangisan lalu tumbuh di kenyataan kehidupan yang keras dan tak mudah, tapi bisa menghadapi semua itu dengan kebersamaan,” ujar Rian Ekky Pradipta, yang menulis lagu ini bersama Daniel Zethi.
Di balik liriknya yang kontemplatif, judul “On Our Own” ternyata juga menyimpan makna personal bagi perjalanan D’MASIV sendiri. Lagu ini menjadi representasi keputusan mereka untuk melangkah sebagai band independen—bukan untuk membuktikan bahwa mereka bisa berdiri sendiri, melainkan agar bisa lebih bebas berekspresi dan membuka ruang kolaborasi tanpa batas.
“Judul On Our Own juga menggambarkan perjalanan D’MASIV yang memilih mandiri. Bukan untuk membuktikan kami bisa sendiri tapi justru berkolaborasi dengan siapa pun untuk bisa berekspresi lebih liar lagi,” lanjut Rian.
Dan kata “liar” di sini tampaknya bukan sekadar gimmick. Untuk menghidupkan fase baru tersebut, D’MASIV menggandeng A&R Worldwide, perusahaan artist discovery dan development legendaris asal Los Angeles yang pernah terlibat dalam perjalanan nama-nama besar seperti Adele, Coldplay, hingga Katy Perry.
Melalui kerja sama itu, D’MASIV dipertemukan dengan Ryan Benyo, produser yang sebelumnya dikenal lewat pekerjaannya bersama Parachute, Sheppard, dan Lisa Loeb. Sentuhan Ryan membuat On Our Own terdengar lebih luas secara sound tanpa menghilangkan karakter emosional yang menjadi DNA utama D’MASIV sejak awal.

“Ia pernah memproduseri Parachute, Sheppard dan Lisa Loeb, makanya kami setuju untuk bekerja dengannya dan prosesnya seru,” kata Rian. “Masukannya membuat lagu ini berbeda dari produksi D’MASIV sebelumnya, dan itu sesuai dengan yang kami bayangkan.”
Tak berhenti di sana, kualitas audio lagu ini juga dipoles oleh dua nama besar industri musik internasional: Mark Needham untuk proses mixing dan Howie Weinberg untuk mastering—figur-figur yang rekam jejaknya bertaburan nominasi dan piala Grammy Awards.
Pilihan menggunakan bahasa Inggris dalam On Our Own juga bukan keputusan mendadak. Setelah merilis delapan album yang mayoritas menggunakan bahasa Indonesia, D’MASIV akhirnya merasa ini adalah waktu yang tepat untuk memperluas jangkauan pendengar mereka.
“Kami sudah impikan punya lagu bahasa Inggris sejak 10 tahun yang lalu, dan di dua album terakhir mulai menyelipkan satu lagu bahasa Inggris,” ungkap Rian. “Kami ingin membuat album yang bisa dimengerti semua orang di seluruh dunia, dan bahasa Inggris adalah bahasa yang paling bisa melebarkan pasar D’MASIV.”
Menariknya, dari tiga lagu yang direkam di Los Angeles awal tahun ini, On Our Own dipilih sebagai single pertama karena dianggap paling merepresentasikan identitas baru D’MASIV. Bukan hanya dari sisi musik, tetapi juga semangat yang dibawanya.
“Dari segi musiknya, liriknya dan semangatnya, lagu ini menjadi penanda bahwa kami siap untuk bisa mengarungi perjalanan musik kami yang baru,” kata Rian.
Sementara itu, untuk memperkuat identitas visual era baru ini, D’MASIV kembali menggandeng Dmaz Brodjonegoro sebagai sutradara video musik sekaligus creative director mereka. Sosok yang selama ini menjaga estetika visual D’MASIV itu diberi kebebasan penuh untuk mengeksplorasi konsep yang “se-absurd dan seliar mungkin”.
“Kami membebaskannya untuk membuat konsep seabsurd dan seliar mungkin serta mengeksplor apa yang ada di pikirannya,” ujar Rian.
Video musik On Our Own sendiri dijadwalkan tayang pada 2 Juni mendatang di kanal YouTube resmi D’MASIV.
Namun sesungguhnya, On Our Own hanyalah garis start. D’MASIV sudah menyiapkan satu hingga dua single berikutnya sambil merampungkan album baru yang direncanakan rilis pada awal 2027. Di balik semua itu, tersimpan mimpi yang jauh lebih besar: tur dunia dan tampil di festival-festival musik paling prestisius di planet ini.
“Mudah-mudahan kami bisa tur dunia sesudah itu. Kami bermimpi bisa bermain di Glastonbury Festival, Coachella, Lollapalooza dan Fuji Rock Festival. Semoga ‘On Our Own’ bisa membawa kami ke sana,” tutup Rian. “Semoga lagu ini menjadi pembuka untuk D’MASIV dikenal tak hanya di Indonesia tapi juga di seluruh dunia.”
Dan mungkin memang itu inti sebenarnya dari On Our Own bukan sekadar lagu baru, melainkan bunyi pertama dari sebuah mimpi yang sedang diputar semakin keras. (ryka / foto:dok.D’MASIV)








