Setelah mencuri perhatian lewat debut single 2X CHAMP, musisi multi-instrumentalis sekaligus produser lintas genre Timothy Liew kembali dengan proyek solonya, teem. Single keduanya yang berjudul Tomatoes hadir sebagai karya folk-pop intim yang pelan, hangat, tapi meninggalkan rasa sesak setelah didengar.
Dirilis pada 15 Mei 2026, Tomatoes menunjukkan sisi baru dari teem. Jika sebelumnya ia tampil lewat energi indie-pop yang groovy, kini ia memilih aransemen akustik yang lebih sunyi dan personal. Hasilnya adalah lagu yang terasa seperti percakapan larut malam tentang hubungan yang perlahan kehilangan makna.
Dengan petikan gitar akustik yang sederhana namun menghantui, Tomatoes bercerita tentang dua orang yang masih bersama, tapi emosinya sudah tidak berada di tempat yang sama. Bukan tentang drama besar, melainkan kehampaan kecil yang tumbuh diam-diam hingga akhirnya menciptakan jarak.
“Aku ingin Tomatoes terasa seperti percakapan yang nggak pernah benar-benar selesai. Tentang dua orang yang masih mencoba bertahan, meski sebenarnya mereka tahu ada sesuatu yang perlahan hilang,” ujar Timothy Liew.

Di tengah banyaknya musik dengan produksi besar dan hook agresif, teem justru membiarkan kesederhanaan berbicara. Aransemen minimalis di lagu ini memberi ruang bagi emosi untuk terasa lebih dekat dan jujur.
“Kadang hubungan nggak hancur karena satu kejadian besar. Kadang semuanya memudar pelan-pelan, dan itu justru lebih menyakitkan. Lagu ini lahir dari rasa itu,” tambahnya.
Di balik nama teem, Timothy Liew sendiri dikenal sebagai sosok kreatif di PARKA, label dan studio produksi hybrid yang punya pendekatan artistik progresif dan eksploratif. Pengalaman itu membuat karya-karya teem terdengar matang, personal, dan emosional tanpa terasa berlebihan.
Tomatoes menjadi langkah penting menuju album debut penuh teem yang dijadwalkan rilis pada akhir 2026. Dan kalau single ini jadi petunjuk awal, album tersebut jelas layak untuk ditunggu. (ryka / foto: dok.teem)








