Pandemi membuat banyak anak muda semakin kreatif. Ide-ide baru bermunculan dan tak gentar untuk diaplikasikan ke depan. ‘Hanya di Tangsel’, bisa disebut sebagai pergerakan baru atau movement yang muncul imbas dari pandemi Covid-19 yang menghajar skena hiburan tanah air. Akhirnya, mereka bangkit dan optimis membangun ekosistem ekonomi kreatif baru di kalangan anak-anak muda kreatif dari beragam sektor di wilayah Tangerang Selatan, Banten.

keseruan event ‘Hanya di Tangsel’

Dalam movement terbarunya, ‘Hanya di Tangsel’ bekerja sama dengan Flavor Bliss – Alam Sutera menghadirkan beragam acara kreatif mulai dari music performance, talkshow kreatif, dan art design dalam tajuk berjudul Senandung Halaman Temu. Acara yang mendapat dukungan langsung dari pemerintah kota Tangerang Selatan ini, digelar seharian pada 28 Mei 2020, di Broadway, Flavor Bliss, Alam Sutra, Tangerang Selatan. Turut hadir sejumlah nama beken untuk tampil diantaranya, Pika Iskandar (song writer – composer), Sal Priadi (musisi), J-Rocks (musisi) dan masih banyak lagi.

Bapak Ir. Yusi Imam Mahendra selaku Staf Khusus Walikota Tangerang Selatan dengan bangga mengungkapkan harapan kehadiran acara ‘Hanya di Tangsel’ ini.

“Kegiatan kreatif yang di gelar secara berkala dapat membangkitkan gairah bagi para kreator dan dapat meingkatkan pertumbuhan ekonomi kreatif dan ekonomi kerakyatan.”

Sal Priadi on stage

Anes Rembes selaku founder ‘Hanya di Tangsel’ mengungkapkan bahwa dengan begitu banyaknya asset yang ada di wilayah Tangerang Selatan, amat sayang jika tidak dimaksimalkan secara baik. Itu sebabnya, selaku anak muda yang berdomisili di Tangerang Selatan ini, ingin memaksimalkannya bersama seluruh anak-anak muda di Tangerang Selatan menjadi asset yang baik dan ekosistem yang positif kedepannya.

“Dikarenakan banyaknya asset positif di wilayah Tangerang Selatan, amat sayang jika tidak dimaksimalkan. Itu sebabnya ‘Hanya di Tangsel’ hadir menjadi sebuah movement yang diperuntukkan anak-anak muda Tangsel agar lokalitasnya bisa terangkat dan menjadi kebanggaan kota Tangsel bahkan nasional,” tegasnya.

“Kami ingin “Hanya di Tangsel” ini menjadi sebuah movement yang positif bagi para pegiat kreatif, komunitas kreatif juga UMKM di Tangerang Selatan. Tidak menutup kemungkinan Hanya di Tangsel juga akan berkolaborasi dengan creator-kreator di sekitar wilayah Tangerang Selatan, untuk menjadi sebuah ekosistem baru barometer skala Nasional,” tutup Anes. (ryka / foto: dok. HanyadiTangsel)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here