Melancholic Bitch
Melancholic Bitch menghajar Panggung Prambanan Jazz Festival 2022

Kemeriahan Prambanan Jazz Festival 2022, akhirnya dimulai Jumat sore (1/7) dengan membesut Melancholic Bitch menjadi band pembukanya.  Kemunculan skuad asal Yogyakarta ini sepertinya menjadi bagian dari kejutan Prambanan Jazz Festival 2022. Pasalnya, nama mereka  muncul di list penampil hanya beberapa hari sebelum gelaran ini dimulai.

Melancholic Bitch naik panggung menjelang jam 4sore saat langit masih menyisakan kecerahannya. Di awal penampilan, Ugora Prasad langsung membawakan lagu “Normal, Moral”. Tanpa mengumbar kata basi-basi Melancholic Bitch kembali meneruskan aksinya lewat lagu “Dapur, Nkk/Bkk” dan “Akhirnya Masup Tipi”.

“Selamat sore Prambanan Jazz Festival. Ini mendadak buat Melancholic Bitch, terima kasih sudah menangkap kami,” kata Ugoran Prasad memberi komentar atas kesempatan ‘dadakan” bisa tampil di Prambanan Jazz sembari menyapa penonton.

Melancholic Bitch dilanjutkan lewat lagu “Selat, Malaka”, “Bioskop, Pisau Lipat”, “Sepasang Kekasih yang Pertama Bercinta di Luar Angkasa”.

 Sebagai kidung penutup, Melancholic Bitch membawakan lagu “Tentang Cinta”.

Ardhito Pramono tampil memukau di PJF 2022

Jeda sekitar 15 menit, penyanyi solo Ardhito Pramono naik panggung untuk semakin menghangatkan Prambanan Jazz Festival 2022 dengan membawakan nomor “Trash Talking”. Dirinya langsung menyambungkan “Say Hello “ guna menyapa penonton yang telah memadati venue..

Sebelum membawakan lagu Fine Today, Ardhito sedikit membahas soal dirinya yang sempat terjaring kasus narkotika dan harus menjalani rehabilitasi selama enam bulan di tahun ini.

“Halo nama saya Ardhito Pramono mencoba menghibur semua. It’s good, setelah semua musibah yang saya alami, hal buruk yang pernah saya lakukan,” umbar Ardhito.

Prolog singkat tersebut menjadi pengantar lagu “Fine Today”. Lalu Ardhito mengenang masa lalu. Hal itu ada saat dirinya masih menjadi pekerja yang harus masuk dari pukul 9 pagi dan pulang jam 5 sore.

“Saya dulu kerja jam 9 sampai 5 kemudian saya resign, saya memutuskan jadi seorang musisi and look at here now,” ujar Ardhito. Ia menuliskan pengalaman tersebut lewat lagu “925”, dan menyanyikannya di sore itu. Ia kembali mengajak penonton bernostalgia, kali ini lewat lagu tema film yang dibintanginya, “I Just couldn’t Save You Tonight”.

Menjelang matahari tenggelam di ufuk barat, Ardhito memuji pemandangan sore hari di candi Prambanan dan mendendnagkan lagu penghabisan bertajuk  “Superstar”.

“Sunsetnya indah banget ini. What a show, enggak pernah lihat sunset seindah ini,” sesaat sebelum turun panggung. (teks: bell, foto: dok ist)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here