Proyek Kolaborasi “Bapak Dan Anak” ini Siap Mengamuk Di Festival Musik Ini?

Kejutan paling berisik tahun ini akhirnya bocor dari meja promotor festival musik paling hype se-Tangerang Raya. Dua nama yang belakangan terus muter di obrolan tongkrongan para penikmat musik kini resmi dipertemukan dalam satu ledakan panggung. Jadi, siapin tenaga, kencengin nyali, dan jangan lupa pasang earplug—karena badai distorsi sedang bergerak menuju Edutown, BSD City. Namanya? Bukan kaleng-kaleng: NTRL x Sukses Lancar Rejeki.

Di gelaran Boarding Boarding Festival 2026 pada 4–5 Juli mendatang, penonton nggak cuma bakal disuguhi konser biasa. Ini lebih mirip peristiwa langka, sebuah “perjodohan” musikal antara generasi senior dan darah muda yang sama-sama liar di atas panggung. Satu pihak datang membawa jam terbang puluhan tahun, sementara pihak lain hadir dengan bara yang masih menyala terang. Hasilnya? Kombinasi yang terasa paling masuk akal sekaligus paling nekat tahun ini.

Lewat tajuk kolaborasi “Bapak & Anak”, NTRL akan berbagi panggung dengan SLR dalam satu set yang dipastikan penuh peluh, teriakan, dan riff yang nggak kasih ampun. Trio legendaris yang sejak era 90-an sudah khatam mencabik panggung itu bakal menyalurkan energi “nakal”-nya kepada generasi penerus yang sama beringasnya. Om Bagus, Eno, dan Coki seolah datang bukan cuma buat tampil, tapi juga mewariskan bara punk rock kepada anak-anak muda yang tumbuh dari dentuman distorsi yang sama.

NTRL X Sukses Lancar Rezeki, dua generasi punk rock yang tengah hype di skena musik lokal

Bayangin aja: gebukan drum khas Eno NTRL bertemu semangat mentah ala SLR. Distorsi bertubrukan, bass menggeram, gitar meraung seperti sirene tengah malam. Penonton bakal diseret masuk ke pusaran moshing tanpa aba-aba—terbang tanpa parasut lewat setlist yang kemungkinan besar bikin kaus basah kuyup sebelum lagu terakhir dimainkan.

“Ini pertama kalinya konsep kolaborasi dua generasi punk rock, NTRL dan SLR berada dalam satu panggung. Seru, jelas! Saya pun penasaran. Jadi mari menjadi bagian dari sejarah skena musik lokal ini di Boarding Boarding Festival 2026,” ungkap Fachrul Rozi Miraza.

Kalau musik keras punya cara sendiri untuk menyatukan generasi, maka panggung ini mungkin jadi buktinya: ketika senior dan junior nggak saling mendahului, tapi justru saling membakar energi sampai langit BSD ikut bergetar. (ryka / foto: istimewa)

Related Article

Latepost

Event Highlights